Kesehatan

Belum Adanya Metode Pendidikan Seks yang Efektif

12 Juli 2017
379 Kali Dilihat

Di Indonesia, istilah seks sering dikonotasikan pada hal yang negatif sehingga tidak aneh bila pendidikan seks juga dianggap sebagai hal yang tabu di masyarakat. Membicarakan seks sebagai hal yang ilmiah dan biologis sekalipun dirasa tidak pantas untuk menjadi perbincangan. Hal ini sangat disayangkan, karena pendidikan seks sesungguhnya penting ditanamkan agar mendapat pengetahuan yang layak dan berguna. Pendidikan seks juga penting terutama untuk anak-anak dan remaja agar mereka juga nantinya bisa menjaga diri mereka sendiri. Pendidikan seks bukanlah pemberian materi tidak senonoh atau porno, melainkan bisa mencangkup tentang kesehatan alat kelamin dan sistem reproduksi baik bagi perempuan dan laki-laki.

            Tidak jarang karena kurangnya pendidikan seks, anak-anak yang menjadi korban seperti kekerasan seksual, pemerkosaan, dan kehamilan remaja atau di luar nikah. Sebagai contoh, data dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) menyatakan angka kehamilan remaja di Indonesia yang cukup tinggi yaitu 48 dari 1000 orang[1] dan soal kekerasan seksual terhadap anak di bawah 18 tahun menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada tahun 2014 mencapai 6,36% laki-laki dan 6,28% pada perempuan[2].

            Komisi Perlindungan Anak Indonesia menjadi salah satu penggerak untuk melindungi anak-anak salah satunya dengan ide untuk memasukan pendidikan seks ke kurikulum sekolah sejak 1999, namun diarasa belum membuahkan hasil yang efektif[3]. Sebenarnya saat ini, pendidikan seksualitas sudah ada di kurikulum sekolah yang disisipkan ke materi pembelajaran, namun belum ada yang secara eksplisit tentang pendidikan seks attau sebagai materi terpisah[4]. Selain melalui sekolah, ada upaya lain melakukan pendidikan seks melalui cerita untuk anak salah satunya dengan buku berjudul “Aku Belajar Mengendalikan Diri”, namun  buku ini menuai kontroversi dan dianggap tidak layak untuk anak-anak, di sisi lain buku ini dimaksudkan agar anak-anak bisa terhindar dari kejahatan seksual yang cukup marak[5]. Sampai saat ini belum ada metode atau cara yang dianggap paling tepat untuk melakukan pendidikan seks di Indonesia. Pendidikan seks ini masih dianggap tidak sesuai dengan norma masyarakat dan dianggap remeh, padahal tetap penting untuk menjadi pengetahuan dan pembelajaran dan bisa berdampak positif bila dilakukan dengan cara yang tepat.

 

 

 

[1] http://www.suara.com/lifestyle/2016/04/05/164816/angka-kehamilan-di-kalangan-remaja-tinggi-bkkbn-ubah-strategi

[2] http://nasional.kompas.com/read/2017/03/21/17112451/perangi.kejahatan.seksual.hingga.tuntas

[3] https://www.vice.com/id_id/article/qkmd5p/pendapat-orang-orang-agar-pendidikan-seks-di-indonesia-tak-kaku-lagi

[4] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160521083036-20-132374/kemdikbud-pendidikan-seks-sudah-masuk-kurikulum/

[5] http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-39038005


Ceritakan Solusi

avatar

0 Cerita

PROBLEM

 

Selalu tahu yang terbaru