Logistik

Krisis Air Bersih dan Distribusinya Pada Saat Kekeringan

17 Juli 2017
383 Kali Dilihat

Ketersediaan air bersih telah menjadi satu dari sekian banyak permasalahan yang melanda kehidupan manusia. Mengapa tidak? semakin hari, volume air yang ada di dunia semakin banyak namun semakin sedikit yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Krisis air yang melanda beberapa daerah di belahan dunia bukan tentang kelangkaan air yang dapat dikonsumsi oleh individu, melainkan krisis manajemen terhadap air bersih yang membuat kebanyakan manusia dan lingkungannya menderita ( World Water Vision Report ) [1].

Di indonesia sendiri, berdasarkan data oleh Kementrian Riset dan Teknologi, pada tahun 2000 secara nasional ketersediaan air permukaan hanya mencukupi 23% dari kebutuhan penduduk. Serta saat musim kemarau di Pulau Jawa terjadi defisit air sekitar 130 ribu juta meter kubik pertahunya, maka tidak heran jika setiap musim kemarau datang, Pulau Hjawa hingga Bali mengalami krisis air bersih[2]. Apabila kita membandingkan kondisi 17 tahun yang lalu dengan sekarang, tentu kita dapat menyimpulkan kondisi tersebut bisa lebih buruk.

Terkait penyaluran air bersih, Indonesia masih bergantung pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dan yang menjadi salah satu kendala utama dalam penyediaan air bersih adalah terbatasnya pasokan air. Sebagian besar PDAM beroprasi dengan menggunakan air baku dari air sungai, sementara kebanyakan sungai yang ada di Indonesia telah mengalami kerusakan, baik disebabkan oleh fenomena alam seperti abrasi, masalah antropogenik, dan melemahnya perlindungan terhadap sungai. Oleh karena itu, terkait penyelesaian masalah ini dibutuhkan solusi pemanfaatan teknologi terkait managemen air bersih.


Ceritakan Solusi

avatar

0 Cerita

PROBLEM

 

Selalu tahu yang terbaru