Energi

Simpang Siur Manfaat dan Bahaya Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir PLTN di Indonesia

12 Juli 2017
433 Kali Dilihat

Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) menilai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia sudah mendesak untuk mengatasi kekurangan energi pada 2025.[1] Hal tersebut diperoleh setelah Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) melakukan kajian kebutuhan energi, pertumbuhan populasi, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia berdasarkan data-data Biro Pusat Statistik (BPS). Setelah itu, laporan dari Kommun (Komunitas Muda Nuklir Nasional) menyebutkan bahwa energi nuklir adalah alternatif energi terbaik saat ini karena harganya murah, emisi yang dihasilkan sedikit, energi nuklir tergolong aman, dan energi nuklir mempunyai efisiensi yang tinggi.[2]

 

Walaupun Batan, Kommun, dan beberapa lembaga lainnya mendukung dibangunnya PLTN di Indonesia, akan tetapi ada pula Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menolak dibangunnya PLTN, seperti Walhi, Masyarakat Anti Nuklir Indonesia (MANI), dan Dewan Energi Nasional (DEN) dengan alasan-alasan tertentu. Alasan-alasan tersebut antara lain potensi resiko yang dimiliki sebuah PLTN, dampaknya apabila bocor, hingga soal anggaran yang tidak murah. [3]

 

Dua opini yang berbeda mengenai harus tidaknya nuklir dibangun di Indonesia pun menciptakan pro dan kontra di masyarakat. Ada masyarakat yang setuju, ada pula yang menolak. Akan tetapi, masing-masing yang setuju dan menolak memiliki dasar argumennya masing-masing. Selain itu ada sumber informasi yang benar-benar menyajikan data dan argumen tentang nuklir secara akurat dan tepat, ada pula sumber informasi hoax yang kebenarannya diragukan. Akibatnya, seringkali masyarakat tidak dapat membedakan mana berita aktual dan mana berita hoax. Di samping itu, hanya 63 juta dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia yang menggunakan media sosial[4], sisanya tidak. Sehingga upaya edukasi tentang nuklir juga perlu diupayakan untuk menjangkau masyarakat yang tidak menggunakan media sosial, terutama kepada masyarakat di sekitar wilayah yang berpotensi untuk dibangun PLTN. Kesimpulannya, diperlukan suatu sumber informasi yang jelas, terpercaya, pasti, anti-hoax, dapat menjangkau dan mempengaruhi masyarakat secara luas dan kuat, serta mengedukasi masyarakat agar mereka mengenal lebih dekat tentang nuklir, termasuk potensi yang bisa diberikan sekaligus dampaknya.


Ceritakan Solusi

avatar

0 Cerita

PROBLEM

 

Selalu tahu yang terbaru