Energi

Urgensi untuk Menemukan dan Mengembangkan Energi Terbarukan dan Ramah Lingkungan

17 Juli 2017
522 Kali Dilihat

Dengan semakin menipisnya jumlah bahan bakar yang tidak terbarui dan juga meningkatnya kekhawatiran terhadap pemanasan global, sudah seharusnya kita beralih kepada sumber energi yang dapat diperbarui dan juga ramah terhadap lingkungan. Namun, sampai sekarang penggunaan energi yang mendominasi masih belum terbarukan, yakni minyak bumi, batu bara, dan gas alam, sedangkan penggunaan sumber energi yang terbarui masih kurang lebih 20%. Lalu, apa yang membuat penggunaan energi selain bahan bakar fosil masih sedikit?

 

            Masalah pertama tentu saja adalah biaya. Mengingat indonesia adalah negara berkembang, masalah biaya juga akan menjadi lebih signifikan. Sebagai contoh biaya PLTU Batubara dan PLTG, keduanya menggunakan bahan bakar yang tidak terbarui tetapi biaya yang dibutuh kan lebih murah ketimbang bahan bakar terbarui. PLTP atau geothermal misalnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk PLTP, tetapi PLTP memiliki biaya dan resiko kegagalan yang tinggi, ditambah lagi perizinan wilayah yang rumit. PLTA sebenarnya memiliki biaya yang cukup bersaing dengan pembangkit bahan bakar fosil, namun PLTA tidak bisa maksimal saat kemarau. Walaupun harga untuk PLTP dan PLTS menurun tiap beberapa tahun, tetap saja intinya sistem ekonomi saat ini belum berpihak kepada renewable and clean energy.

 

            Masalah selanjutnya adalah beberapa sumber yang terbarui dan ramah lingkungan bersifat intermittent atau kadang ada kadang tidak. Angin kadang berhembus kadang tidak, hujan kadang turun kadang tidak, matahari terbit dan tenggelam. Ini bertolak belakang dengan bahan bakar fosil yang walauoun akan habis, akan selalu tersedia untuk diproses menjadi energi. Pengembang energi terbarukan dan ramah lingkungan juga perlu menggembangkan cara untuk menyimpan energi yang sudah dihasilkan. Sebelum masalah-masalah ini dipecahkan, penggunaan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan masih susah diimplementasikan.


Ceritakan Solusi

avatar

0 Cerita

PROBLEM

 

Selalu tahu yang terbaru